Tampilkan postingan dengan label Seputar Kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Kehamilan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 April 2015

Terkena diabetes saat hamil dapat menyebabkan anak mengalami autisme


Berbagai penelitian telah dilakukan, namun tak kunjung memberi pencerahan pada para ilmuwan tentang penyebab utama seorang anak mengalami autisme. Sejauh ini hanya dugaan-dugaan saja yang muncul, salah satunya kondisi sang ibu saat mengandung. Terkena diabetes saat hamil dapat menyebabkan anak mengalami autisme.



Penelitian terakhir menyatakan ibu yang terkena preeklamsia atau tekanan darah

Jumat, 04 Oktober 2013

Faktor Pemicu Kelahiran Prematur

InfoSehat - Kelahiran prematur bisa terjadi saat usia kehamilan belum memasuki minggu ke 37 atau kira-kira tiga minggu sebelum hari perkiraan lahir (hpl). Perlu diketahui bahwa bayi yang lahir prematur rentan menderita maslah kesehatan yang lebih serius ketimbang bayi yang lahir sesuai jadwal kelahirannya. Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab bayi lahir prematur. Berikut ini beberapa faktor yang diduga bisa memicu persalinan prematur.

Bayi kembar lebih dari dua

Mengandung anak kembar dua atau lebih berisiko melahirkan prematur. Kondisi ini disebabkan rahim merenggang terlalu lebar sehingga rahim tidak bisa menahan bayi lebih lama lagi dalam kandungan.

Gaya hidup

Gaya hidup ibu akan berdampak pada janin dalam kandungannya. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok atau mengonsumsi alkohol tentu saja berisiko menyebabkan persalinan prematur. Stres berlebihan dan kekurangan nutrisi diduga menjadi salah satu faktor pemicu kelahiran prematur.

Infeksi

Infeksi pada air ketuban maupun selaput pembungkus bayi bisa mengakibatkan air ketuban pecah sebelum waktunya. Akibatnya, tubuh ibu bereaksi dan mengalami kontraksi persalinan. Diketahui pula infeksi pada gigi berlubang juga bisa mengakibatkan bayi lahit prematur.

Penyakit yang diderita si ibu maupun si janin

Kondisi kesehatan kompleks pada ibu maupun janin dapat memicu bayi lahir prematur. Beberapa penyakit seperti anemia, darah tinggi, diabetes diduga bisa memicu persalinan prematur. Selain itu, perkembangan bayi yang tidak sempurna atau mengalami cacat bawaan maka tubuhnya akan bereaksi hingga persalinan prematur pun terjadi.

Trauma

Trauma akibat kecelakaan atau kekerasan selama masa kehamilan bisa memicu ibu melahirkan secara prematur. Air ketuban akan pecah bahkan belum si bayi berkembang sempurna dan siap dilahirkan.
Masalah pada tali pusar

Bayi yang terlilit tali pusar juga terpaksa dilahirkan secara prematur. Kondisi tersebut akan membahayakan ibu dan bayi jika tidak dikeluarkan.

Sumber : doktersehat.com

Rabu, 11 September 2013

Tunda Kehamilan Hingga Usia di Atas 35 Tahun Itu Lebih Berisiko

InfoSehat - Alasan pekerjaan terkadang menjadi salah satu alasan pasangan suami istri menunda memiliki momongan. Namun seiring bertambahnya usia, kehamilan bisa memberi risiko yang lebih banyak pada perempuan, apalagi jika usia perempuan yang mengandung lebih dari 35 tahun.

Banyak wanita yang menunda kehamilannya hingga sekitar usia 30 bahkan lebih karena alasan pekerjaan dan lain sebagainya. Namun perlu dipahami bahwa kesuburan menurun tajam setelah usia 35 tahun, selain itu ibu yang lebih tua akan menghadapi lebih banyak risiko selama kehamilan.

Para ahli di Newcastle University mengatakan bahwa wanita seharusnya tidak perlu menggunakan karir mereka sebagai alasan untuk menunda kehamilan. Karena mereka yang hamil pada usia 35 akan menghadapi risiko kesehatan yang lebih besar dibadingkan wanita yang lebih muda. Tapi perlu diingat juga kehamilan pada perempuan yang berusia terlalu muda juga bukannya tanpa risiko.

Ibu yang lebih tua lebih mungkin untuk keguguran, serta memiliki komplikasi kehamilan dan melahirkan bayi yang berat badannya kurang atau prematur. Selain itu risiko lainnya adalah berisiko besar memiliki bayi dengan down sindrom dan kelainan genetik lainnya.

Para petugas medis dan para peneliti IVF mengatakan bahwa rencana keluarga seharusnya bukan hanya menunda kehamilan, para wanita juga harus diberitahu mengenai risiko menunda kehamilan. 

Dr Jane Stewart seorang dokter di Newcastle Fertility Centre, mengatakan bahwa jika wanita tidak sadar atas risiko dari menunda kehamilan, kemungkinan mereka akan menyesal dengan keputusannya. "Jika Anda melihat kebelakang dan menyesalinya, itu akan menghantui Anda," katanya.

Saat ini, sambung dia, hal yang kerap muncul adalah pasangan suami istri ingin membangun keluarga yang berkecukupan secara finansial. Di mana banyak dari mereka yang ingin punya rumah sendiri dan memiliki posisi yang baik dalam pekerjaannya sebelum memutuskan untuk memiliki anak.

Namun menurut Profesor Herbert, membangun karir bukan alasan yang baik untuk menunda punya momongan hingga akhirnya pasangan berusia lebih dari 35 tahun. "Dari berbicara dengan beberapa wanita muda, ternyata rencana keluarga seperti ini karena alasannya ingin membangun karir. Namun saya menemukannya justru salah arah karena kelak tidak ada karir yang tidak sibuk," ucapnya.

Selain itu, sebagian wanita di Inggris mengaku biaya penitipan anak dan keengganan perusahan menerima perempuan yang bekerja paruh waktu atau punya anak jadi penyebab mereka menunda kehamilan. 

Sementara itu, Natika Halil, dari Asosiasi Keluarga Berencana mengatakan perencanaan keluarga adalah hal yang sangat penting. Para pasangan juga perlu mendapat informasi yang akurat tentang pilihan kontrasepsi. Termasuk pula perlu mendapat informasi yang memadai agar wanita sadar akan masa kesuburannya. "Diskusi apapun harus dilakukan tanpa keresahan," sarannya.

Menurutnya, meski seorang wanita berusia di atas 35 tahun, namun bukan berarti kesuburannya serta merta berhenti dalam waktu semalam. Namun bagaimanapun, masalah kesuburan dan risiko kehamilan di usia lanjut harus benar-benar mendapat perhatian.

Sumber : detikhealth 

Rabu, 25 Juli 2012

Puasa Bagi Ibu Hamil Muda

InfoSehat - Puasa Bagi Ibu Hamil Muda Menurut syariat Islam adalah ibu hamil atau menyusui termasuk kelompok yang diperbolehkan meninggalkan puasa Ramadhan. Apalagi bila memang tidak kuat atau mengganggu kesehatan ibu dan bayinya. Namun diharuskan mengganti di hari-hari lain. Boleh meninggalkan puasa Ramadhan bukan berarti dilarang melakukan puasa. Jadi sebaiknya puasa atau tidak?


Puasa saat hamil muda? Boleh Berpuasa asal sehat

Puasa di bulan Ramadhan yang dilakukan umat Islam sesungguhnya bukan benar-benar distopnya asupan apapun ke dalam tubuh. Sebenarnya tidak banyak yang berubah selama berpuasa. Hanya jam makannya yang digeser. Secara medis ibu hamil boleh-boleh saja puasa. Apalagi jika ibu sehat-sehat saja. Pada kehamilan sehat, puasa tidak menimbulkan dampak negatif pada janin maupun pada ibu hamil. Sehat yang dimaksud secara medis adalah calon ibu tidak mengalami keluhan selama hamil dan tidak mengalami komplikasi dari penyakit yang diderita semisal hipertensi, diabetes ataupun muntah-muntah.

Hamil muda seringkali menjadi penghalang ibu untuk berpuasa. Umumnya ada asumsi bahwa janin masih sangat muda dan lemah. Jika Anda sedang hamil muda dan mengalami mual, pusing atau susah makan selama hamil, maka keinginan untuk berpuasa sebaiknya memang dipertimbangkan lagi. Alasannya, supaya kondisi tubuh ibu yang lemah tidak semakin lemah karena berpuasa.

Pada kehamilan trimester pertama, beberapa ibu mengalami mual dan muntah-muntah. Memaksakan berpuasa hanya akan mengganggu perkembangan janin. Dalam keadaan seperti ini ?? hanya sedikit sekali makanan yang bisa masuk ?? ibu nyaris tidak mungkin mengimbangi kebutuhan janin hanya dengan makan sore (berbuka) dan malam hari (sahur). Apalagi kalau di waktu sahur selera makan tidak ada sama sekali. Ini akan menimbulkan kesulitan untuk memenuhi kuantitas dan kualitas gizi yang dianjurkan.

Namun apabila kehamilan muda tidak disertai masalah: nafsu makan tetap seperti sedia kala, tidak merasa mual, muntah dan Anda memang merasa siap berpuasa, silahkan berpuasa! Sebab, kondisi janin pada awal kehamilan belum banyak terpengaruh oleh masukan makanan karena masih tertutup ari-ari.

Bagaimana dengan ibu yang memasuki hamil trimester kedua? Jika Anda sedang hamil 5-8 bulan, secara medis tidak dianjurkan puasa ?? tapi juga tidak dilarang  berpuasa. Mengapa tidak dianjurkan berpuasa? Alasannya, pertumbuhan janin pada usia ini sangat tergantung asupan makanan yang dikonsumsi berbeda dengan masa sebelumnya. Tapi mengapa juga tidak dilarang? Asalkan asupan makanan cukup dan tidak mengganggu pertumbuhan janin.

Menjaga menu seimbang saat hamil

Bila toh Anda akhirnya memilih puasa, harus lebih memperhatikan makanan yang dimakan saat sahur dan berbuka. Yaitu harus betul-betul bergizi dan seimbang agar pertumbuhan janin tidak bermasalah. Di antaranya, harus tetap mengkonsumsi susu setiap harinya, disesuaikan dengan waktu buka dan sahur. Buka satu gelas, dan sahur satu gelas.Ibu hamil yang berpuasa sebaiknya juga memakan kurma. Karena setelah diteliti, ternyata kandungan karbohidrat kurma tergolong tinggi.

Intinya, berpuasa pada saat hamil sebenarnya tidak mengganggu pertumbuhan janin. Sepanjang menu sahur dan menu berbuka diatur baik-baik, bayi mampu menyesuaikan diri dengan perubahan pola makan ibu. Sekali lagi secara syariat Islam ibu hamil dan menyusui termasuk kelompok yang diperbolehkan meninggalkan puasa pada bulan Ramadhan, namun diperbolehkan meninggalkan puasa bukan berarti dilarang melaksanakan.
 
Sumber : Manfaat.org

Rabu, 06 Juni 2012

Operasi "Caesar" Tetap Bisa Inisiasi Menyusui

InfoSehat - Melahirkan melalui operasi sectio caesarea bila tanpa komplikasi pada ibu selama operasi dan setelah lahir bayi dalam  keadaan sehat dan bugar seharusnya tidak menghalangi keinginan ibu untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini atau IMD.

Setiap bayi baru lahir sudah seharusnya mendapatkan hak memperoleh Air Susu Ibu. Oleh karena itu, perlu sebuah kesepakatan dan kerjasama yang saling mendukung antara niat ibu, kebijakan rumah sakit  dan ada support dari petugas medis (dokter kandungan dan dokter anak ), paramedis (bidan dan perawat) untuk peduli akan hak bayi untuk mendapat ASI dengan melaksanakan IMD.

Pada beberapa kasus kebidanan, dimana seorang ibu bersalin terpaksa harus menjalani operasi sectio caesarea misalnya karena panggul sempit, bayi letak sungsang, posisi melintang, lilitan tali pusat, resiko tinggi faktor usia dan riwayat kehamilan sebelumnya dll (high social value baby), sebaiknya tetap  diberi dukungan dan difasilitasi  agar dapat melakukan IMD di ruang operasi.

Mengapa perlu tetap dilakukan IMD di ruang operasi? Sebagaimana proses kelahiran spontan normal, bayi baru lahir tetap mengalami fase yang sama pada masa awal kelahiran. Masa transisi perubahan dari dalam rahim ke luar rahim menjadi  momen penting  dimana bayi memulai awal kehidupannya.

Pada saat IMD akan memberi kesempatan  untuk melakukan kontak fisik dan perlekatan dari kulit ke kulit langsung antara ibu dan bayi  dengan cara bayi diletakkan di dada ibunya. Proses IMD ini akan membentuk suatu keterikatan psikologis yang kuat (early infant mother bonding).

Sentuhan rasa aman dan kehangatan kulit tubuh ibu akan membuat bayi merasa aman dan dilindungi. Inilah awal stimulasi mental yang positif bagi bayi baru lahir.

Selanjutnya bayi secara alamiah akan mencari dan menghisap puting payudara ibu. Perlu diketahui bahwa refleks hisap paling kuat pada bayi adalah jam-jam pertama setelah lahir. Setelah itu bayi akan mengantuk. Oleh karena itu, melakukan Inisisasi Menyusu Dini dalam 30 menit pertama bayi lahir sangat penting.

Rangsangan dari proses IMD ini akan membantu refleks pengeluaran hormon oksitosin dan prolaktin yang mempercepat pengeluaran ASI.

Selanjutnya, proses ini akan menumbuhkan rasa percaya diri seorang ibu untuk terus  semangat memberikan Air Susu Ibu sebagai makanan terbaik bagi bayinya.

Tiga hal perlu ibu lakukan untuk dapat melakukan IMD pada saat operasi caesar :

1. Persiapan fisik dan mental. Dimulai sejak kehamilan terutama gizi dan menjaga kesehatan tubuh, membangun rasa percaya diri  bahwa ibu dapat memberikan ASI yang terbaik untuk bayi.

2. Melibatkan suami untuk mendukung ASI eksklusif. Bisa dimulai sejak mulai awal kehamilan. Ajak suami untuk terlibat dalam relasi dengan para suami pendukung ASI. Bergabung dengan milis pendukung ASI atau AIMI.

3. Diskusikan dengan tenaga kesehatan. Antara lain dengan mengunjungi klinik laktasi  di  Layanan kebidanan,  diskusikan dengan dokter kandungan dan dokter anak  tentang  rencana  melahirkan di Rumah Sakit yang mendukung pemberian ASI eksklusif dan mempunyai kebijakan  atau pedoman tertulis tentang IMD di ruang operasi dan memiliki fasilitas rawat gabung setelah melahirkan.

Pelaksanaan di ruang operasi.
IMD di ruang operasi sebenarnya tak jauh berbeda dengan saat di ruang bersalin. Hanya saja keadaan ruang operasi dengan suhu udara yang dingin tentu memerlukan pendampingan lebih intensif dari bidan saat bayi saat dilakukan IMD. Terutama upaya menjaga kehangatan suhu tubuh bayi selama dalam dekapan ibu agar terhindar dari cedera dingin atau hipotermia.

Segera setelah bayi lahir harus dipastikan dengan pemeriksaan dokter  Anak atau dokter Anasthesi terlebih dulu bahwa kondisi bayi sehat dan bugar.  Posisi pembatas area operasi diatur sedemikian rupa agar ada ruang untuk bayi dan ibu melakukan IMD.

Kemudian kepala bayi ditutup dengan selimut hangat atau diberi topi khusus bayi dan ganti selimut bayi. Selanjutnya posisi bayi  tengkurap di dada ibu agar kontak kulit dengan kulit. Kehangatan suhu tubuh ibu menjadi inkubator terbaik bagi bayi. Tubuh ibu secara alamiah akan menghasilkan panas yang menghangatkan bayi dalam dekapannya.

Bidan mendampingi dan membantu ibu menjaga posisi bayi agar aman. Beri kesempatan ibu untuk memandang bayinya dan mendekap selama operasi berjalan. Biarkan bayi mencari sendiri puting payudara ibu dan menghisapnya.

Semoga keinginan para ibu untuk tetap melakukan IMD atau inisiasi menyusu dini meskipun operasi caesar dapat terwujud.

Sumber : health.kompas.com

Selasa, 13 Maret 2012

6 Cara Memperbaiki Masalah di Tubuh Usai Melahirkan

InfoSehat - Setelah melahirkan, terjadi banyak perubahan pada tubuh perempuan. Masalah berat badan mungkin bisa ditangani dengan cepat dan mudah, tetapi masalah lainnya?

Berikut adalah keenam masalah yang terdapat pada tubuh perempuan setelah melahirkan dan bagaimana cara mengatasuinya, seperti dilansir parents.com, Rabu (25/1/2012).

1. Luka Bekas Operasi Caesar

Meskipun sebagian bekas luka memudar dalam satu atau dua tahun, bekasnya tidak pernah benar-benar hilang.

"Kunci untuk membuat bekas luka kurang terlihat adalah dengan cara menanganinya sedari awal," kata Debra Jaliman, MD, instruktur dermatologi klinis di Mount Sinai School of Medicine, di New York City.

Penelitian menunjukkan, bahan aktif dalam gel oles mederma yang terdiri dari ekstrak bawang merah, membantu menyusun kembali kolagen pada kulit dan menghaluskan bekas luka.

Gel ini aman digunakan saat sedang menyusui atau hamil dan paling efektif digunakan untuk bekas luka yang terjadi di bawah satu tahun, tetapi dapat meminimalkan bekas luka yang sudah ada selama delapan tahun.

Prosedur lain yang dilakukan di kantor doktor seperti perawatan laser dan suntikan steroid biasanya memberikan hasil yang lebih baik, lebih cepat, tetapi lebih mahal. Pelembab dapat membantu kulit terlihat lebih muda, dan pemijatan dapat melunakkan bekas luka baru. Namun, jangan menggunakan produk Vitamin E.

"Vitamin E tidak dapat mengubah kolagen kulit, juga tidak ada bukti bahwa vitamin yang dioleskan memiliki dampak apapun," kata Stephen Metzinger, MD, ahli bedah plastik di Rumah Sakit Anak, di New Orleans .

2. Payudara kendur

Selama kehamilan dan menyusui, hormon menyebabkan jaringan payudara semakin luas, dan kulit di sekitarnya melebar untuk mengakomodasi perubahan ini. Setelah itu, jaringan akan menyusut, tetapi kulit tidak lagi elastis.

"Meskipun bisa dikembalikan kekencangannya lewat operasi plastik, sebenarnya tidak harus menggunakan pisau bedah hanya untuk membuatnya sedikit kencang," kata Aron Kressel, MD, kepala bedah plastik di Rumah Sakit Metropolitan, di New York City.

"Berolahraga tidak akan meningkatkan ukuran bra, karena jaringan payudara adalah lemak, bukan otot. Tapi olahraga dapat mengubah otot-otot dada di sekitar payudara, membuatnya terangkat, dan membuat penampilan lebih segar," kata Courtney Barroll, pelatih pribadi di Klub Equinox Fitness, di New York City.

Beberapa latihan yang dapat dilakukan antara lain: push-up, mengangkat dada lalu berbaring telentang, pull-overs, dan penekanan pada dada.

Sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter sebelum melakukan olahraga setelah melahirkan. Jangan gunakan krim pengencang payudara, sebab tidak ada bukti krim tersebut dapat mengencangkan kulit atau mengembalikan elastisitasnya.

3. Melasma

Lebih dari 70% dari ibu hamil akan memiliki melasma atau 'topeng kehamilan', yaitu bercak gelap pada dahi, pipi, dan bibir atas yang sering memudar setelah melahirkan tetapi tidak hilang sepenuhnya. Bercak-bercak ini timbul akibat fluktuasi hormon ketika kehamilan.

Krim pemutih yang diresepkan dokter seperti steroid dan tretinoin, baik digunakan sendiri atau dalam kombinasi. Banyak pasien mengalami perbaikan dalam beberapa minggu. Namun krim ini dapat menyebabkan kemerahan sementara, kulit mengelupas dan kulit kering. Krim ini tidak boleh digunakan ketika sedang menyusui atau hamil.

Prosedur yang disebut glikolat bisa dilakukan di kantor dokter untuk membantu menghapus lapisan atas kulit. Produk kecantikan tanpa resep dokter yang mengandung hydroquinone 2 persen atau ekstrak licorice juga dapat mengurangi perubahan warna. Jangan lupa menggunakan tabir surya untuk mempertahankan hasilnya. Cara paling cepat adalah dengan menutupi noda menggunakan riasan atau make up.

4. Perut Menggemuk

Meskipun si jabang bayi sudah dilahirkan dengan selamat, tonjolan di sekitar perut tidak bergeming. Itu karena sebagian besar kulit dan otot masih melebar. Gerakan yang menargetkan otot yang membungkus sekitar perut, seperti sit-up, akan dapat membantu mengencangkan otot di sekitar perut.

Cara lain, cobalah posisi push-up, seimbangkan berat badan pada lengan. Tempatkan handuk di bawah kaki, dan saat menarik perut, geser lutut ke arah dada. Lakukan dua set 5-8 pengulangan, tiga kali seminggu. Lakukan sampai dengan tiga set.

5. Bekas Peregangan Kulit

"Bekas peregangan kulit di perut, pinggul, payudara atau bokong biasanya memerah dan kemudian menipis dalam waktu setahun. Banyak tidaknya bekas tersebut tergantung pada genetika dan seberapa cepat kenaikan berat badan. Semakin cepat ditangani, semakin besar kemungkinannya menghilang," kata David J Goldberg, MD, direktur penelitian laser di departemen dermatologi di Mount Sinai School of Medicine, di New York City.

Krim Retin-A dapat membantu menghilangkan bekas peregangan kulit ini. Retin-A membangun kolagen, mengencangkan kolagen yang rusak ketika kulit tertarik. Efek sampingnya adalah kulit kemerahan sementara, kulit terkelupas, dan kering.

Mikrodermabrasi, suatu prosedur dimana kristal kecil digunakan menghapus lapisan atas kulit dan merangsang produksi kolagen, dapat mengobati bekas peregangan yang lebih lama. Selain itu, FDA baru-baru menyetujui pengobatan laser untuk menambah pigmen sel kulit yang lebih tua, sehingga menyebabkan bekas peregangan kulit yang sudah lama dapat berbaur dengan kulit di sekitarnya.

6. Pembuluh Darah Melebar

Sebanyak 40% wanita hamil mengalami pelebaran pembuluh darah di dekat permukaan kulitnya atau varises, yang paling sering adalah di bagian betis dan paha.

"Faktor keturunan, hormon dan tekanan pada vena ketika kehamilan lah yang menyebabkan. Varises dapat membaik setelah melahirkan, tetapi tidak akan hilang sepenuhnya," kata Dr Masterson.

Prosedur yang diebut sclerotherapy dapat membantu, prosedurnya berupa menyuntik pembuluh darah vena yang terkena dengan larutan yang menyebabkan pembuluh menutup, kemudian memudar atau menghilang dalam waktu sekitar dua minggu.

Biasanya, diperlukan lebih dari satu sesi, dan disarankan untuk menunggu setidaknya enam bulan setelah melahirkan. Efek samping sementara antara lain berupa rasa menyengat di tempat suntikan, kram otot, dan kemerahan atau bintik-bintik coklat.

Sumber : detikHealth

Ibu Hamil Perlu Banyak Makan Pisang untuk Cegah Anemia

InfoSehat Anemia akibat kekurangan zat besi merupakan penyebab utama kematian ibu saat melahirkan. Untuk mencegah kejadian buruk ini, ibu hamil disarankan untuk banyak memakan pisang.

"Saat hamil, tubuh ibu membutuhkan banyak energi. Pisang adalah makanan terbaik karena mengandung vitamin yang diperlukan. Dua buah pisang cukup memenuhi asupan zat besi pasien anemia. Pisang juga mengandung asam folat yang mudah diserap janin melalui rahim," kata Kathleen Zelman, MPH, RD, direktur Nutrisi dan Klinik Penurunan Berat Badan WebMD seperti dilansir WebMD, Senin (12/3/2012).

Asam folat atau vitamin B9 adalah jenis vitamin B yang larut dalam air. Asam folat terkandung secara alami dalam makanan. Pada manusia, asam folat diperlukan untuk membuat asam nukleat dan hemoglobin dalam sel darah merah. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan sel darah merah muda dan menyebabkan anemia.

Asam folat penting untuk perkembangan selubung saraf selama kehamilan yang membentuk otak dan sumsum tulang belakang. Kekurangan asam folat pada wanita hamil meningkatkan risiko kelahiran prematur, bayi dengan berat lahir rendah atau mengalami cacat pada selubung sarafnya.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi 0,4 mg asam folat setiap hari sebelum pembuahan dan awal kehamilan dapat mengurangi risiko melahirkan bayi cacat tabung saraf hingga 70%. Namun, jangan makan pisang berlebihan sebab satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori.

"Mual di pagi hari saat hamil merupakan tanda pertama kehamilan dan sering berlangsung hingga trimester pertama. Tetapi rasa sakit bisa terjadi setiap saat bukan hanya di pagi hari. Pisang yang juga diperkaya vitamin B6 dapat menenangkan asam lambung dan meningkatkan pencernaan," imbuh dr Zelman.

Satu buah pisang juga mengandung sekitar 467 mg kalium, dan ibu hamil perlu 2000 mg kalium setiap harinya. Diyakini bahwa kram kaki, salah satu gejala yang paling tidak menyenangkan selama kehamilan, dapat diredakan dengan meningkatkan asupan kalium.

"Anemia akibat kekurangan zat besi adalah masalah utama ibu hamil, terutama saat melahirkan anak, dan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu saat melahirkan. Pisang yang kaya zat besi bisa berdampak besar pada pemecahan masalah anemia karena kekurangan zat besi," kata Profesor James Dale, direktur Pusat Tanaman Tropis dan Biocommodities di Queensland University of Technology.

Sumber : detikHealth

Minggu, 26 Februari 2012

8 Makanan Peningkat Kesuburan Wanita

Ketika sepasang suami istri memutuskan bahwa mereka siap untuk menjadi orang tua, mereka sering menerapkan perubahan dalam gaya hidup untuk meningkatkan kesehatan dan membantu mempersiapkan diri untuk menjadi orang tua.

Salah satu perubahan terbesar yang wanita lakukan untuk mempersiapkan kehamilan
adalah beralih ke pola makan yang sehat. Makan sehat mungkin tidak cukup bagi pasangan yang mengalami kesulitan hamil. Ada beberapa jenis makanan yang sangat spesifik dan telah dikaitkan dengan kemungkinan peningkatan kesuburan. Di bawah ini adalah 8 jenis di antaranya :

1. Susu, keju, yogurt, dan es krim

Kalsium adalah nutrisi penting bagi perempuan dalam semua tahap kehidupan, termasuk kehamilan. Kebanyakan ibu hamil memahami pentingnya mendapatkan cukup kalsium untuk mendukung perkembangan tulang bayi, serta untuk menjaga pasokan kalsium tubuhnya sendiri. Kalsium pun penting artinya selama fase prakonsepsi untuk membantu meningkatkan kesuburan. Menambah asupan kalsium dari sumber makanan kaya lemak susu, seperti susu, yogurt, es krim dan keju, tidak hanya akan membantu memperkuat tulang. Tetapi sebenarnya juga membantu sistem reproduksi berfungsi lebih efisien.

Alasan hubungan antara susu dan meningkatnya kesuburan belum dipahami. Tetapi para ilmuwan telah melakukan banyak penelitian pada subjek, yang semuanya mengarah ke manfaat asupan tinggi kalsium pada kesehatan reproduksi. Wanita yang mencoba untuk hamil harus memenuhi sekitar 1.000 miligram kalsium per hari, setara dengan sekitar 8 ons gelas susu.
Penelitian terbaru menyimpulkan bahwa produk susu yang dikonsumsi harus yang tinggi lemak untuk meningkatkan kesuburan. Meski alasannya tidak diketahui, tapi menurut studi terakhir, produk susu rendah lemak tidak memiliki efek positif yang sama untuk meningkatkan kesuburan. Bahkan, penelitian menemukan, wanita yang mengonsumsi susu rendah lemak memiliki penurunan kesuburan. Selama berat badan Anda berada dalam kisaran normal, sebaiknya pilih susu tinggi lemak untuk setidaknya satu porsi harian kalsium Anda.

2. Karbohidrat kompleks

Dalam beberapa tahun terakhir, karbohidrat telah mendapat cap buruk. Banyak orang menghindari karbohidrat dengan alasan dapat membuat lingkar pinggang besar. Beberapa wanita yang sedang berusaha untuk hamil keliru jika mereka berpikir bahwa harus menghindari karbohidrat untuk mempertahankan berat badan mereka. Tidak semua karbohidrat diciptakan sama.

Karbohidrat kompleks, seperti biji-bijian, tidak hanya sehat, tetapi dapat membantu meningkatkan kesuburan, tidak seperti karbohidrat yang ditemukan dalam roti olahan dan nasi putih. Ketika Anda mengonsumsi karbohidrat olahan, maka kadar gula darah dan insulin meningkat. Hal ini dapat mengganggu hormon yang bertanggung jawab untuk reproduksi, yang dapat menunda atau mencegah pembuahan.

3. Buah dan sayuran berwarna cerah

Bukan rahasia lagi kalau buah dan sayuran adalah sumber gizi yang sangat penting bagi pria dan wanita. Selain kaya akan vitamin, mineral dan nutrisi penting, buah-buahan segar dan sayur-sayuran kaya antioksidan dan fitokimia yang membantu menghilangkan radikal bebas. Ketika radikal bebas menumpuk di dalam tubuh, mereka dapat menyebabkan sejumlah besar masalah kesehatan, termasuk gangguan pada hormon reproduksi. Bahkan buah dan sayuran juga dapat menghilangkan racun yang dapat mengganggu pembuahan.

Saat memilih buah dan sayuran, isilah piring Anda dengan berbagai warna buah yang cerah sebanyak mungkin. Sebagai aturan umum, semakin kuat warnanya, semakin lebih banyak kandungan nutrisi pada buah atau sayuran. Berries adalah buah yang sangat bergizi. Makanan ini membantu melindungi sel-sel Anda dari kerusakan dan mencegah penuaan sel. Buah ini tidak hanya mempengaruhi tubuh Anda, tetapi juga telur dalam saluran reproduksi. Jauhi segala macam buah dan sayur kalengan yang memiliki nilai gizi yang sangat sedikit dan penuh dengan bahan pengawet dan pemanis buatan.

4. Daging ayam

Konsumsi daging ayam sangat penting karena makanan ini tinggi protein dan zat besi, yang sangat penting bagi perempuan yang sedang berusaha untuk hamil. Besi dan protein sangat penting bagi perempuan sebelum dan selama kehamilan. Meskipun zat besi dan protein dapat ditemukan juga pada produk non-hewani, tetapi ada hubungan yang signifikan antara protein hewani dan peningkatan kesuburan. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang kekurangan zat besi lebih mungkin untuk menderita kemandulan daripada mereka yang kebutuhan zat besinya tercukupi.

Ini tidak berarti bahwa semua protein Anda harus berasal dari daging hewan tanpa lemak, tetapi bertujuan untuk setidaknya satu porsi per hari. Pastikan untuk memilih ayam yang diproses dengan teknik sehat seperti memanggang, dan menghindari ayam yang digoreng atau tinggi lemak.

5. Telur

Banyak orang yang terkejut mengetahui bahwa telur merupakan makanan super kuat yang secara dramatis dapat meningkatkan kesehatan reproduksi. Telur kaya akan vitamin dan nutrisi penting seperti protein dan kolin. Asupan kolin sangat dibutuhkan sebelum dan saat kehamilan karena meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap asam folat. Asam folat sangat penting selama tahap prakonsepsi dan awal kehamilan untuk mencegah bayi lahir cacat saraf seperti spina bifida. Mengkonsumsi hanya satu telur per hari dapat meningkatkan kadar kolin yang cukup untuk meningkatkan penyerapan asam folat dua kali lipat.

6. Sayuran berdaun hijau

Selain semua antioksidan yang ditemukan dalam sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kangkung, sayuran ini juga kaya dengan zat besi. Besi sangat penting untuk mempertahankan siklus menstruasi seimbang, karena banyak wanita yang kekurangan zat besi cenderung memiliki menstruasi yang tidak teratur. Ketika wanita mengalami gangguan pada siklus menstruasi mereka, mereka cenderung untuk dapat hamil. Dengan memasukkan sayuran berdaun hijau ke dalam menu Anda setiap hari, Anda dapat meningkatkan kadar zat besi Anda secara signifikan hanya dalam satu bulan.

7. Kacang-kacanan dan biji-bijian

Kacang-kacangan dan biji-bijian dicerna lebih lambat di dalam tubuh, yang membantu mengatur tingkat insulin dan meningkatkan ovulasi. Selain itu, kacang-kacangan dan biji-bijian juga mengandung asam lemak Omega-3, asam lemak esensial yang memiliki efek langsung pada tingkat hormon. Kacang dan biji-bijian juga sangat tinggi antioksidan. Selain menghilangkan radikal bebas, antioksidan membantu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi kemungkinan tubuh wanita dari menyerang sperma pria.

8. Minyak zaitun


Sebagaimana disebutkan di atas, Omega-3 diyakini memiliki efek yang sangat besar pada peningkatan kesuburan. Omega-3 biasanya ditemukan pada minyak zaitun. Studi menunjukkan bahwa Omega 3 benar-benar dapat meningkatkan kualitas baik sperma atau pun sel telur, sehingga menjadi bagian penting dari diet kesuburan bagi pria dan wanita yang berusaha untuk hamil.

Sumber : health.kompas.com

Selasa, 07 Februari 2012

Mengapa Rambut Rontok Pasca-melahirkan?

InfoSehat - Rambut rontok memang bisa membuat kaum wanita senewen, apalagi jika kerontokan itu tidak bisa dihindari dan dihentikan seperti setelah persalinan. Untungnya, kerontokan itu bersifat sementara. Dengan perawatan yang baik, rambut akan kembali tebal dan indah.

Selama kehamilan, rambut memang sedang berada dalam kondisi terbaiknya, tebal dan tidak rontok. Hal ini karena terjadinya lonjakan hormon androgen yang memperpanjang fase pertumbuhan rambut.

Perubahan hormonal ini juga menghentikan produksi minyak di kulit kepala. Tak heran bila penampilan ibu hamil semakin bersinar karena rambut juga terasa lebih mengembang.

Namun, setelah bayi lahir, produksi androgen pun berkurang. Fase rambut yang normal pun kembali lagi, yakni fase tumbuh dan rontok yang sempat terhenti dalam 9 bulan terakhir. Pada kembalinya fase normal ini, rambut yang selama kehamilan tidak pernah rontok akan berguguran. Jumlah yang rontok memang cukup banyak, sekitar 10-30 persen.

Kabar baiknya, saat si kecil menginjak usia 6 bulan, rambut baru akan tumbuh menggantikan rambut yang rontok. Pada beberapa wanita, rambut yang baru ini memiliki tekstur dan warna yang sedikit berbeda.

Kendati secara alamiah rambut akan kembali normal, tetapi Anda juga bisa mempercepat pertumbuhannya dengan perawatan rambut yang baik. Selalu menjaga kebersihan rambut serta menggunakan produk untuk menstimulasi pertumbuhan rambut dan memperkuat akarnya akan membantu. Imbangi dengan konsumsi makanan yang bernutrisi.

Sumber : Parenting

Senin, 30 Januari 2012

Apa Saja Yang Jadi Gangguan Persalinan?

InfoSehat - Setiap Mama pasti menginginkan proses melahirkan yang lancar, namun ada baiknya kita mengenali gangguan yang mungkin terjadi pada saat melahirkan.
Pada umumnya, gangguan pada proses persalinan disebabkan oleh banyak faktor mekanik pada proses persalinan itu sendiri. Hal ini dipengaruhi oleh:

Jalan Lahir

Panggul yang sempit, adanya tumor di indung telur atau di rahim dapat menyebabkan penyumbatan jalan lahir.

Keadaan Janin

Jika bayi terlalu besar, atau berada pada posisi sungsang, wajah yang menghadap ke atas, pantat keluar lebih dulu, atau kaki yang keluar lebih dulu.

Kekuatan Kontraksi Rahim

Jika kontraksi rahim lemah dan tidak terkoordinasi, atau leher rahim yang tidak elastis, sehingga tidak dapat melebar pada proses persalinan, hal ini menyebabkan kepala bayi tidak terdorong dan tidak dapat melewati jalan lahir dengan lancar.

Sumber: Buku Kehamilan dan Persalinan/lactamilmama.com

Minggu, 29 Januari 2012

Tips Merencanakan Kehamilan Sehat

InfoSehat - Kapankah waktu yang tepat untuk memiliki anak? Pertanyaan ini mungkin sudah beberapa waktu muncul di benak calon Mama dan calon Papa. Sebenarnya jawabannya sederhana:
tidak ada waktu yang benar-benar tepat untuk memiliki anak, karena dinamika hidup di lingkungan kerja dan keluarga pasti akan memunculkan hal lain yang membutuhkan perhatian calon Mama. Tapi sebaliknya, tidak ada waktu yang salah untuk memiliki anak. Yang penting adalah kehamilan benar-benar diinginkan dan sebaiknya direncanakan untuk memastikan kehamilan yang sehat dan lancar.

Pada saat akan merencanakan kehamilan, sebaiknya perhatikan diet, gaya hidup, serta kondisi kesehatan calon Mama. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
  • Jaga pola makan calon Mama. Konsumsilah makanan dan minuman yang sehat, terutama makanan yang mengandung Asam Folat. Konsumsi Asam Folat dalam bentuk suplemen vitamin juga bisa dilakukan oleh calon Mama. Konsumsi Asam Folat paling tidak 1 bulan sebelum kehamilan mengurangi resiko kelainan tulang belakang janin.
  • Diet pada saat merencanakan kehamilan masih diperbolehkan. Karena peluang kehamilan yang sehat semakin meningkat pada calon Mama yang mendekati berat badan ideal. Tapi sebaiknya hindari diet yang menghindari kelompok makanan tertentu, misalnya diet tanpa karbohidrat. Konsumsi karbohidrat yang ‘baik’ seperti roti gandum dan nasi merah.  Protein seperti ikan dan ayam, serta buah-buahan, sayur, dan produk susu rendah lemak seperti susu, yoghurt, dan keju sangat dianjurkan.
  • Hindari rokok dan alkohol. Bila calon Mama merokok, hentikan kebiasaan itu sesegera mungkin, terutama bila calon Mama merencanakan kehamilan. Efek rokok pada kehamilan sangat beragam, mulai dari mengurangi kesuburan sampai menimbulkan kerusakan kromosom sel. Efek ini juga bisa terjadi pada perokok pasif. Alkohol juga dihubungkan dengan cacat tertentu pada janin.
  • Calon Papa juga harus menjaga kesehatan. Para ahli merekomendasikan Papa untuk mengkonsumsi multivitamin yang mengandung Zinc dan Selenium setiap hari selama paling tidak 3 bulan sebelum masa pembuahan untuk perkembangan sperma yang sehat.
Jangan lupa mempersiapkan perubahan gaya hidup yang akan terjadi pada calon Mama dan calon Papa setelah si kecil hadir. Calon Papa juga harus siap menjadi Papa  yang siap berbagi tanggung jawab dengan sang Mama. Selamat merencanakan kehamilan yang sehat.

 Sumber: Buku Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan Modern (Dr. Miriam Stoppard)

Minggu, 15 Januari 2012

Waspadai Diabetes saat Kehamilan (Gestational Diabetes)

InfoSehat - Gestational diabetes terjadi saat masa kehamilan. Seperti dengan jenis diabetes lainnya, maka gestational diabetes mempengaruhi fungsi sel terhadap glukosa (yang dibutuhkan tubuh sebagai energi), sehingga menyebabkan kadar gula dalam darah tinggi, yang dapat berakibat kepada bayi dalam kandungan ataupun sang ibu hamil sendiri. Berikut adalah artikel tentang diabetes saat kehamilan (gestational diabetes), yang medicastore ambil dari mayoclinic.com..


Setiap komplikasi pada kehamilan memerlukan perhatian khusus. Untuk gestational diabetes, ibu hamil dapat mengontrolnya melalui cara mengkonsumsi makanan yang bernutrisi, berolahraga & jika diperlukan dengan pengobatan. Dengan memperhatikan diir sendiri dapat menjamin kehamilan yang sehat serta awal yang sehat juga untuk sang buah hati dalam kandungan.

Pada gestational diabetes, gula darah biasanya akan kembali normal segera setelah melahirkan. Tetapi jika telah mengalami gestational diabetes, maka ibu beresiko untuk menderita diabetes tipe 2 di kemudian hari. 

Gejala  Gestational Diabetes

Pada sebagian besar wanita, gestational diabetes tidak menunjukkan gejala yang tampak terlihat atau nyata. Tetapi untuk beberapa kasus, gestational diabetes dapat menyebabkan rasa haus yang sangat atau meningkatnya frekuensi berkemih.

Penyebab Gestational Diabetes

Para peneliti masih belum mengetahui secara pasti mengapa sebagian wanita dapat mengalami gestational diabetes. Dengan mengetahui bagaimana terjadinya gestational diabetes, diharapkan juga dapat memahami bagaimana kehamilan mempengaruhi cara normal tubuh untuk memproses glukosa.



Tubuh akan mencerna makanan yang dikonsumsi untuk memproduksi glukosa yang masuk lewat peredaran darah. Sebagai respon dari hal tersebut, maka pankreas (kelenjar yang ada dibelakang lambung) akan memproduksi insulin. Insulin sendiri adalah hormon, yang membantu glukosa untuk berpindah dari dalam darah ke dalam sel tubuh, untuk digunakan sebagai sumber energi.



Selama masa kehamilan, plasenta yang menghubungkan janin dalam kandungan dengan peredaran darah ibu, juga memproduksi berbagai jenis hormon lainnya. Dimana hampir semuanya mempengaruhi kerja insulin dalam sel tubuh, sehingga akan meningkatkan kadar gula dalam darah. Meskipun demikian adanya kenaikan gula darah yang sedang dalam darah sesudah makan, merupakan hal yang normal saat kehamilan.



Seiring dengan pertumbuhan janin, maka plasenta akan memproduksi lebih banyak hormon yang dapat mem-blok insulin. Pada gestational diabetes, hormon dari plasenta tersebut dapat menyebabkan kenaikan kadar gula dalam darah hingga tingkat yang dapat mempengaruhi pertumbuhan & kesehatan bayi. Gestational diabetes biasanya terjadi paa paruh kedua kehamilan, kadang pada usia kehamilan 20 minggu tetapi biasanya pada usia kehamilan yang lebih lanjut lagi.

Komplikasi Akibat  Gestational Diabetes

Sebagian besar wanita yang mengalami gestational diabetes dapat melahirkan bayi yang sehat. Akan tetapi, gestational diabetes yang tidak di monitor dengan baik dapat mengakibatkan kadar gula darah yang tidak terkontrol & akan menyebabkan masalah kesehatan pada sang ibu & bayi nya kelak, termasuk kemungkinan untuk melahirkan dengan cara operasi cesar. Berikut adalah beberapa resiko yang dapat terjadi akibat gestational diabetes  :
1. Komplikasi Gestational Diabetes Terhadap Bayi

Sebagian besar wanita yang mengalami gestational diabetes dapat melahirkan bayi yang sehat. Akan tetapi, gestational diabetes yang tidak di monitor dengan baik dapat mengakibatkan kadar gula darah yang tidak terkontrol & akan menyebabkan masalah kesehatan pada sang ibu & bayi nya kelak, termasuk kemungkinan untuk melahirkan dengan cara operasi cesar. Berikut adalah beberapa resiko yang dapat terjadi akibat gestational diabetes


  • Bayi lahir dengan berat berlebih. Kadar glukosa yang berlebih dalam darah dapat menembus plasenta, yang mengakibatkan pankreas bayi akan memproduksi insulin berlebih. Hal ini dapat menyebabkan bayi tumbuh terlalu besar (macrosomia). Bayi yang terlalu besar dapat mengakibatkan terjepit ketika melewati jalan lahir, yang beresiko untuk terjadinya luka saat lahir atau membutuhkan operasi cesar untuk melahirkannya.



  • Lahir terlalu awal & sindrom sulit untuk bernafas. Ibu dengan kadar gula darah yang tinggi dapat meningkatkan resiko untuk melahirkan sebelum waktunya. Atau dapat juga dokter yang menyarankan demikian, karena bayinya tumbuh terlalu besar. Bayi yang dilahirkan sebelum waktunya dapat mengalami sindrom sulit untuk bernafas. Bayi yang mengalami sindrom tersebut memerlukan bantuan pernafasan hingga paru-parunya sempurna. Bayi yang ibunya mengalami gestational diabetes juga dapat mengalami sindrom sulit untuk bernafas meskipun dilahirkan tepat waktu.



  • Kadar gula darah rendah (hipoglikemia). Terkadang, bayi dari ibu yang mengalami gestational diabetes mempunyai kadar gula darah yang rendah (hipoglikemia) setelah dilahirkan, karena kadar insulin dalam tubuhnya yang tinggi. Hipoglikemia berat yang dialami oleh bayi, dapat mengakibatkan kejang pada bayi. Pemberian nutrisi secara cepat & terkadang juga dengan pemberian cairan glukosa secara intra vena dapat mengembalikan kadar gula darah bayi kembali ke normal.



  • Bayi kuning (jaundice). Warna kekuningan pada kulit & bagian putih dari mata ini dapat terjadi bila hati bayi belum berfungsi dengan sempurna untuk memecah zat yang bernama bilirubin, yang secara normal terbentuk ketika tubuh mendaur ulang sel darah merah yang tua ataupun rusak. Meskipun jaundice tidak menimbulkan kekhawatiran, tetapi pengawasan secara menyeluruh tetap diperlukan.



  • Diabetes tipe 2 di kemudian hari. Bayi dari ibu yang mengalami gestational diabetes mempunyai resiko lebih besar untuk menderita obesitas & diabetes tipe 2 di kemudian hari.



Selain hal tersebut diatas, gestational diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya kematian pada bayi, baik sebelum lahir ataupun sesaat setelah dilahirkan.

2. Komplikasi Gestational Diabetes Terhadap Ibu

  • Tekanan darah tinggi, preeclampsia dan eclampsia. Gestational diabetes akan meningkatkan resiko ibu untuk mengalami tekanan darah yang tinggi selama kehamilan. Hal tersebut juga akan meningkatkan resiko ibu untuk terkena preeclampsia dan eclampsia, yaitu 2 buah komplikasi serius dari kehamilan yang menyebabkan naiknya tekanan darah & gejala lain, yang dapat membahayakan ibu maupun sang buah hati.

  • Diabetes di kemudian hari. Jika mengalami gestational diabetes, maka kemungkinan besar akan mengalami kembali pada kehamilan berikutnya. Selain itu, ibu juga beresiko untuk menderita diabetes tipe 2 di kemudian hari. Akan tetapi dengan mengatur gaya hidup seperti makan makanan yang bernutrisi & berolahraga dapat mengurangi resiko terkena diabetes tipe 2 nantinya. Untuk wanita dengan riwayat gestational diabetes, yang berhasi menurunkan berat badan hingga ideal setelah melahirkan, maka resikonya untuk terkena diabetes tipe 2 hanya kurang dari 1 per 4 wanita.

 Penanganan Gestational Diabetes

Sangat penting untuk selalu mengontrol kadar gula darah, supaya bayi tetap sehat & terhindar dari komplikasi saat kehamilan ataupun melahirkan. Selain itu, sesudah melahirkan pun kadar gula dalam darah sebaiknya juga harus tetap terkontrol. Penanganan yang dapat dilakukan untuk gestational diabetes adalah :




  • Memonitor kadar gula darah. Selama masa kehamilan, dokter akan menyarankan ibu untuk cek kadar gula darah 4-5 kali sehari, biasanya pada pagi hari & sesudah makan, untuk memastikan kadar gula darah dalam kondisi yang seharusnya. Hal ini mungkin dapat menyulitkan & menimbulkan ketidak nyamanan, tetapi bila sering dilakukan akan menjadi terbiasa. Untuk memeriksa kadar gula darah dapat menggunakan alat tes gula darah sendiri di rumah, yang tersedia di pasaran.



  • Selama melahirkan, tim dokter juga akan memonitor & menjaga kadar gula darah ibu. Jika kadar gula darahnya naik, maka tubuh bayi akan melepaskan insulin dengan kadar yang tinggi, yang beresiko menyebabkan kadar gula darah bayi menjadi Selain itu pemeriksaan kadar gula darah lanjutan juga diperlukan. Karena setelah mengalami gestational diabetes, ibu beresiko untuk terkena diabetes tipe 2. Dengan menjaga gaya hidup supaya tetap sehat, dapat mengurangi resiko untuk terkena diabetes tipe 2.


Bila disetujui oleh dokter, lakukan olahraga secara aktif beberapa hari dalam seminggu. Bila sebelumnya tidak aktif berolahraga, lakukan secara perlahan baru kemudian di tingkatkan intensitasnya. Olahraga yang baik untuk ibu hamil, diantaranya berjalan, bersepeda & berenang, tetapi selain itu aktifitas harian seperti mengerjakan pekerjaan rumah tangga atau berkebun juga baik untuk dilakukan




  • Pola makan yang sehat. Mengkonsumsi makanan yang bernutrisi dalam jumlah yang tepat merupakan cara terbaik untuk menjaga kadar gula dalam darah. Dokter tidak akan menyarankan untuk mengurangi berat badan saat hamil, karena tubuh sudah bekerja keras untuk menjaga pertumbuhan bayi. Tetapi dokter akan membantu untuk mengatur berat badan yang seimbang, berdasarkan berat badan sebelum hamil. Dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dapat mencegah kenaikan berat badan yang berlebih, karena berat badan berlebih akan meningkatkan resiko terjadinya komplikasi. Makanan yang sehat, terutama adalah buah, sayur & gandum utuh, yaitu makanan yang tinggi kandungan nutrisi & serat, tetapi rendah lemak & kalori. Selain itu, batasi juga mengkonsumsi karbohidrat olahan, termasuk diantaranya makanan manis. Tidak ada diet yang paling bagus untuk setiap orang, oleh karena itu sebaiknya berkonsultasi dengan ahli gizi atau edukator diabetes untuk pengaturan menu yang sesuai berdasarkan berat badan saat ini, berat saat kehamilan yang diinginkan, kadar gula darah, kebiasaan olahraga yang dilakukan, pilihan makanan serta alokasi biayany



  • Olahraga. Aktifitas fisik secara teratur merupakan kunci bagi kesehatan wanita, baik sebelum & saat kehamilan ataupun sesudah melahirkan. Olahraga akan menurunkan kadar gula darah dengan cara menstimulasi tubuh untuk memindahkan glukosa kedalam sel, untuk digunakan sebagai sumber energi. Olahraga juga akan meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, sehingga tubuh akan memproduksi insulin dalam jumlah lebih sedikit untuk mengangkut gula. Dan sebagai tambahan, olahraga secara teratur juga akan membantu menghilangkan beberapa ketidak nyamanan yang sering terjadi saat kehamilan, seperti : nyeri pada punggung, kram pada otot, bengkak, konstipasi & kesulitan untuk tidur. Olahraga juga dapat membantu tubuh mempersiapkan diri saat proses melahirkan nantinya.



  • Pengobatan. Jika pengaturan pola makan & olahraga belum cukup, maka ibu hamil membutuhkan suntkan insulin untuk menurunkan kadar gula darah. Sekitar 10-20 % wanita yang mengalami gestational diabetes membutuhkan insulin untuk mencapai kadar gula darah yang diinginkan. Ada dokter yang merekomendasikan pasiennya untuk mengkonsumsi obat diabetes secara oral, tetapi ada juga dokter yang merasa perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi bahwa keamanan & efektifitas obat diabetes oral sama seperti suntkan insulin untuk mengontrol gestational diabetes.



  • Pengawasan terhadap janin dalam kandungan. Salah satu bagian penting dalam penanganan gestational diabetes adalah pengawasan melekat terhadap janin dalam kandungan. Dokter akan memonitor perkembangan & pertumbuhan janin dengan melakukan USG beberapa kali atau melalui tes lainnya. Jika ternyata ibu hamil belum juga melahirkan pada waktu yang diperkirakan, biasanya dokter akan memberikan induksi untuk merangsang proses melahirkan. Hal ini diperlukan, karena melahirkan lebih lama dari waktu perkiraan dapat meningkatkan resiko terjadinya komplikasi untuk ibu maupun sang buah hati.



  • Memberikan ASI. Jika ibu memberikan ASI untuk bayi, dapat membantu mencapai berat badan yang diinginkan serta menghindari diabetes tipe 2 di kemudian hari. Memberikan ASI juga dapat membantu bayi terhindar dari obesitas & diabetes tipe 2.





Cara lain yang dapat dilakukan adalah mencegah terjadinya gestational diabetes. Meskipun gestational diabetes dapat disebabkan oleh berbagai faktor, tetapi dengan melakukan kebiasaan hidup yang sehat sebelum kehamilan, maka resiko mengalami gestational diabetes akan dapat dikurangi.



Sumber : mayoclinic.com





Rabu, 28 Desember 2011

Merokok Saat Hamil Sebabkan Kerusakan Pembuluh Darah Anak

InfoSehat - Sebagian wanita masih tetap merokok meskipun selama kehamilan. Kebanyakan orang sangat merasa kesulitan untuk berhenti merokok. Sebuah hasil studi baru menunjukkan merokok selama kehamilan dapat menyebabkan anak mengalami kerusakan pembuluh darah.

Penelitian tersebut dilakukan oleh peneliti Belanda, yang telah melibatkan lebih dari 250 bayi. Ketika bayi berusia 4 minggu, dimensi dan fungsi paru-paru diukur. Pada saat yang sama, orang tua mereka menyelesaikan kuesioner mengenai faktor-faktor seperti merokok selama kehamilan.

Ketika bayi-bayi tersebut berusia 5 minggu, para peneliti menggunakan ultrasound untuk mengukur ketebalan dan fleksibilitas arteri karotis. Arteri karotis merupakan pembuluh darah besar di leher yang mensuplai darah ke otak.

Dinding arteri karotis pada anak yang berusia 5 tahun yang ibunya merokok selama kehamilan memiliki ketebalan sekitar 19 mikron dan 15 persen lebih kaku dibandingkan dengan ibu yang tidak merokok.

Jika kedua orang tua merokok sementara bayi berada di rahim, arteri karotis anak-anak hampir memiliki ketebalan 28 mikron dan 21 persen lebih kaku dibandingkan dengan bayi yang orangtuanya tidak merokok selama kehamilan. Perubahan tersebut dapat menunjukkan kerusakan pada pembuluh darah yang dapat mempengaruhi fungsi pembuluh darah.

"Para peneliti tidak menemukan dampak negatif jika hanya ayah dari bayi yang merokok selama kehamilan, atau jika ibu tidak mulai merokok sampai setelah melahirkan. Hasil penelitian tersebut lebih menunjukkan efek merokok selama kehamilan dan bukan paparan asap rokok sesudahnya. Dari hasil penelitian tersebut dapat mengarah pada pemikiran bahwa, merokok dan kehamilan tidak memainkan peran independen, meskipun paparan merokok juga telah banyak merugikan kesehatan," kata peneliti Cuno Uiterwaal, MD, PhD seperti dilansir dari WebMD, Selasa (27/12/2011).

Merokok selama kehamilan tentu saja sangat buruk bagi ibu dan anak. "Hasil penelitian tersebut dapat memperkuat alasan bahwa, para wanita harus berhenti merokok selama kehamilan. Banyak wanita yang berhenti merokok segera setelah mereka tahu bahwa sedang hamil, tetapi tidak semua melakukannya," kata Uiterwaal.

Sebuah catatan editorial yang menyertai dari hampir 1 dari 5 orang dewasa di Amerika Serikat yang merokok, dan lebih dari separuh anak-anak yang menunjukkan bukti biokimia dari paparan asap rokok.

"Tidak ada tingkat yang aman dari paparan rokok yang diketahui," kata dokter anak Susanne Tanski, MD, MPH, dari Dartmouth College dan Karen Wilson, MD, MPH, dari University of Rochester.

Hasil penelitian tersebut telah memperkuat alasan bahwa sangat penting untuk berhenti merokok, khususnya di kalangan keluarga yang memiliki bayi dan balita, serta pasangan yang berencana untuk memiliki anak. Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan secara online dalam journal Pediatrics.

Sumber : detikHealth
Baca Juga:

Kamis, 08 Desember 2011

Cara-cara Agar Ibu Hamil Tetap Nyaman

Kehamilan kadang bisa membuat ibu menjadi tidak nyaman karena adanya beberapa perubahan. Tapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar kehamilan jadi menyenangkan bagi si ibu hamil.

Perubahan hormon dan bentuk tubuh bisa mempengaruhi suasana hati dan kepercayaan diri ibu hamil. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan ibu hamil untuk meningkatkan suasana hati dan juga membuatnya lebih nyaman, seperti dikutip dari Parenting.com, Senin (5/12/2011) yaitu:

1. Kurangi tekanan dengan membuat 'to do list' yang tepat
Ibu hamil sering merasa tertekan dengan keharusan untuk makan dengan baik, berolahraga dan keharusan-keharusan lainnya. Untuk itu pilihlah prioritas utama mana yang perlu dilakukan dan menyeleksi hal-hal yang sebaiknya tidak perlu dilakukan.

2. Mengambil gambar kehamilan
Memiliki foto-foto selama kehamilan setiap bulannya bisa menjadi hal yang menyenangkan tidak hanya bagi anak kelak, tapi juga untuk ibu hamil. Hal ini bisa membuat ibu hamil lebih bersemangat menjalani kehamilan serta menghadapi persalinannya.

3. Menggunakan pakaian dalam yang pas dan nyaman
Selama kehamilan, payudara bisa menjadi tidak nyaman jika tidak didukung dengan tepat bahkan saat tidur. Untuk itu cobalah pakaian dalam yang memiliki ukuran pas sehingga membuat ibu hamil nyaman dan percaya diri.

4. Melakukan olahraga atau latihan
Beberapa latihan atau olahraga bisa membantu memperkuat otot yang diperlukan saat persalinan. Selain itu berolahraga juga membantu menjaga energi dan menurunkan stres. Carilah kelas olahraga atau latihan khusus untuk ibu hamil dan jangan lupa untuk rutin memeriksakan diri ke dokter.

5. Melakukan relaksasi
Para ahli menuturkan aromaterapi bisa merangsang saraf penciuman yang nantinya mengaktifkan pusat emosi di otak. Cara relaksasi lain yang bisa dilakukan adalah latihan tarik napas dengan benar.

6. Ibu hamil tetap bisa bergaya
Kehamilan tidak menghambat seseorang untuk tetap bisa bergaya, saat ini banyak baju ibu hamil dengan model terkini. Hal terpenting jangan menyembunyikan kehamilan dengan menggunakan pakaian yang terlalu ketat atau bisa berbahaya bagi janin.

7. Berilah kenyamanan bagi kaki
Kaki memiliki tugas menopang bagian tubuh atas, karenanya berilah kenyamanan bagi kaki. Untuk itu pilihlah sepatu yang nyaman digunakan untuk berjalan, tidak terlalu ketat dan mendukung kaki dengan baik. Selain itu rendamlah kaki secara teratur dan memberinya lotion yang menyegarkan.

Source : detikhealt
Artikel lainnya :

Kamis, 01 Desember 2011

Antibiotik yang Tidak Boleh Diminum Saat Berencana Hamil

Ibu hamil memang tidak boleh sembarangan minum obat, karena bisa memicu kecacatan pada bayi yang dikandungnya. Cermat memilih obat perlu dimulai sejak berencana hamil, karena kadang seorang perempuan tidak tahu pasti kapan ia hamil.

Seorang perempuan baru akan menyadari kalau haidnya terlambat minimal 2 minggu setelah terjadinya pembuahan. Jika pada masa itu telah terjadi pembuahan, obat-obatan khususnya antibiotik tertentu sudah bisa menyebabkan calon janin mengalami kecacatan dalam proses pertumbuhannya.

"Saat berencana hamil, biasakan untuk menyampaikan ke dokter kalau memang sedang siap-siap hamil. Nanti dokter yang akan meresepkan antibiotik yang cocok," kata dr Tonny Loho DMM, SpPK(K), ahli patologi klinis dari Universitas Indonesia dalam seminar Pengobatan Terkini Kasus Infeksi di RS Pondok Indah, Rabu (30/11/2011).

Antibiotik yang diharamkan bagi ibu hamil antara lain golongan quinolon, misalnya yang cukup terkenal adalah floroquinolon dan siprofloksasin. Golongan antibiotik yang banyak dipakai untuk diare, typus dan infeksi paru-paru ini bisa menyebabkan cacat pada bayi dan gangguan pertumbuhan tulang pada anak.

Salah satu jenis kecacatan yang paling parah dari penggunaan quinolon semasa hamil dan menyusui adalah epiphysis tulang atau tulang belakang tidak menutup. Sementara pada anak-anak yang masih mengalami pertumbuhan tulang, pertumbuhan itu akan terhambat sehingga postur tubuhnya cenderung lebih pendek dibanding teman sebaya.

Antibiotik golongan quinolon baru boleh diberikan pada anak jika kondisinya sangat darurat dan tidak ada pilihan obat lain untuk menyelamatkan nyawanya. Dalam kondisi seperti ini, efek samping pada tulang bisa dikesampingkan karena nyawa lebih mendesak untuk diselamatkan.

Secara umum, penggunaan antibiotik memang tidak boleh dilakukan sembarangan. Obat untuk membunuh mikroorganisme tersebut harus diminum secara teratur sesuai aturan sampai habis, sebab jika tidak justru bisa memicu kekebalan atau resistensi kuman.

Sumber : detikhealth.com
Artikel lainnya :